CRM: menjaga hubungan dengan pelanggan lebih tertata
Penjualan yang baik membutuhkan tindak lanjut yang konsisten. Prospek yang tidak diikuti, janji yang terlewat, dan data pelanggan yang tersebar membuat peluang hilang secara diam-diam. CRM membantu tim penjualan mencatat prospek, pipeline, dan interaksi agar tidak ada pelanggan yang terlewat.
Mengapa tim penjualan perlu CRM
Proses penjualan membutuhkan konteks: riwayat komunikasi, status penawaran, dan langkah berikutnya. Saat semua tercatat, tim bisa fokus pada tindak lanjut dan manajemen bisa melihat proyeksi penjualan.
Fitur CRM yang biasa digunakan
- Pencatatan prospek dan kontak secara lengkap hingga riwayat komunikasi.
- Pengelompokan pipeline berdasar tahap beserta nilai penawaran.
- Penjadwalan follow-up serta pengingat tindak lanjut.
- Pengelolaan penawaran dan proses persetujuan harga.
- Pembagian tugas antara sales dan team di organisasi.
- Laporan funnel lengkap dengan topik prospek dan pelanggan baru.
Contoh alur kerja penjualan
Alur yang umum adalah pemasukan prospek, kualifikasi, komunikasi, pembuatan penawaran, hingga penutupan. Data pelanggan terdokumentasi sehingga proses penawaran selanjutnya dapat merujuk pada riwayat sebelumnya.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah CRM bisa digunakan untuk bisnis jasa?
Bisa. Alur prospek dan penawaran berlaku untuk perusahaan jasa dan digital, bukan hanya perdagangan.
Bagaimana mengatur prospek yang jumlahnya banyak?
Prospek dapat dikelompokkan per tahap dan pemilik, dengan prioritas follow-up yang dapat dilihat bersama tim.
Apakah riwayat percakapan pelanggan tersimpan?
Interaksi dan catatan tindak lanjut tersimpan sehingga tim yang berbeda memiliki konteks ketika berbicara dengan pelanggan.
Bagaimana membedakan CRM dengan modul penjualan di ERP?
CRM fokus pada prospek dan interaksi sebelum transaksi, sementara modul penjualan ERP mencakup pesanan, pengiriman, dan tagihan yang terjadi setelah transaksi.